Wanita Yang Nikah Berkali-Kali Kelak Ikut Suami Yang Mana Di Akhirat?

Apakah laki-laki yang ditinggal mati istrinya, kelak dihari kiamat bisa ketemu lagi, padahal ia sudah kawin lagi dengan dengan perempuan lain ?

Dalam sebuah hadits dinyatakan “Para wanita (yang sudah menikah) kelak akan menjadi istri dari suaminya yang terakhir” (HR: At-Thabraniy). Dalam hadits lain dinyatakan Suatu ketika Ummu Habibah bertanya pada Rasulullah SAW “Apabila seorang wanita waktu hidupnya mempunyai dua suami (kawin lebih dari satu kali), kelak akan menjadi suami bagi siapa?. Rasulullah SAW. Menjawab: Kelak akan menjadi istri bagi yang sewaktu hidupnya terbaik akhlaqnya” (HR: Al-Bazzar).

Dari dua hadits yang berbeda, para ulama’ berbeda pendapat. Sebagian menyatakan kelak menjadi istri dari suami yang terakhir. Sebagian lain berpendapat kelak menjadi istri dari suami yang sewaktu hidupnya akhlaqnya paling baik. ada pula yang berpendapat, kelak ia akan memilih salah satunya. Imam ibnu Hajar al-Haitami berpendapat, apabila ia meninggal ketika berstatus sebagai istri dari suami yang terakhir, atau meninggal ketika berstatus janda dari suami yang telah meninggal sebelumnya, maka ia menjadi istri dari suami yang terakhir.

Sedangkan apabila ia meninggal ketika ia menjanda karena dicerai oleh beberapa suami yang telah mengawininya, maka ia kelak akan memilih salah satu dari mereka yang terbaik akhlaqnya semasa hidupnya. Dari uraian di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa walaupun laki-laki yang ditinggal mati istrinya kawin lagi dengan perempuan lain, kelak akan dipertemukan dengan istri-istrinya, yang menjadi perbedaan pendapat para ulama’ justru apabila perempuan yang di tinggal mati oleh suaminya kemudian ia kawin lagi. Lihat : Fatawa al-Haditsiyah hal 41-42, Fatawa ar-Romli hal 380 juz lV.

baca juga: Obat Penyakit Was-Was

baca juga:Beginilah Cara Seorang Hafizah Membaca Al-Quran Waktu Haid

baca juga: Cara Memperlakukan Al-Quran Yang Rusak

APAKAH JANDA PUNYA HAK MEMILIH WALI

Apakah seorang janda punya hak wali ?.

Syarif

Bali

08174811XXX

 

Jika yang anda maksud seorang janda dapat menikahkan dirinya sendiri tanpa membutuhkan wali, maka pemahaman seperti itu menurut para ulama’ tidak benar. Dalam sebuah hadits dinyatakan, yang maksudnya: ” Perempuan tidak dapat menikahkan sesama perempuan, juga perempuan tidak dapat menikahkan dirinya sendiri “. (HR.Ibnu Majah). Yang benar adalah, apabila orang tua akan menikahkan putrinya yang telah janda, maka harus atas persetujuan yang bersangkutan, berbeda jika putri yang akan dinikahkan adalah gadis yang masih perawan, maka tidak harus mendapat persetujuan yang bersangkutan. Demikian sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab fiqh dengan berbagai rinciannya.

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *