Semarak Sya’ban Di Kota Tegal

 

 

Alhamdulillah,  kita telah disampaikan kembali oleh Allah untuk menjumpai bulan yang mulia, yakni Sya’ban sebagai bulan yang diagungkan oleh Allah SWT, banyak sekali keistimewaan didalamnya selain pula sebagai bulan persiapan untuk masuk ke bulan Ramadhan. Karena kemuliaannya pula, disetiap tempat di seluruh pelosok dunia ummat Islam selalu mengisinya dengan acara-acara khusus. Semua itu dilakukan tidak lain ingin memuliakan bulan itu dengan cara menambah taqarrub kepada Allah Azza Wajalla. Dinamakan bulan Sya’ban karena disana amat banyak kebaikan. Sya’ban diambil dari lafadz “Asy Syi’bi,” disebut jalan menuju gunung, dan inilah yang disebut jalan menuju kebaikan.

Diriwayatkan melalui Abu Umamah Al Bahili ra. Berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda ; “ Bilamana datang bulan Sya’ban, maka bersihkan dirimu dan perbaiki niatmu.” Aisyah ra. Berkata (dalam riwayat shahihaini) ; “Aku belum pernah melihat Nabi SAW menyempurankan puasanya sebulan kecuali bulan Ramadlan, dan akupun belum pernah melihat beliau berpuasa sebulan lebih kecuali berpuasa bulan Sya’ban.” Dalam riwayat lain ; “ Beliau SAW berpuasa penuh pada bulan sya’ban kecuali sedikit.” Riwayat ini menjelaskan riwayat pertama, jadi yang dimaksud “penuh” ialah bagian yang besar.

Dijelaskan ; sesungguhnya para malaikat di langit punya dua malam hari raya, sebagaimana orang-orang islam di bumi punya dua malam hari Raya. Dan hari raya para malaikat adalah malam “Pembebasan,” yakni malam Nishfu Sya’ban dan malam Lailatul Qadar. Dan hari raya-nya orang-orang mukmin ialah Idul fitri dan Idul Adha. Imam Subukiy menuturkan dalam Tafsir-nya ; “Sesungguhnya malam Nishfu Sya’ban bisa menutup dosa-dosa setahun, malam jum’at bisa menutup dosa seumur hidup “ Maksudnya jika kita menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah.

Tentang mengkhususkan bulan ini, ada yang menarik di kota Tegal dalam merayakannya. Sebagian kaum muslim di kota Tegal mengadakan acara Malam Nishfu sya’ban. Kegiatan ini dimulai sejak sekitar tahun 1317 Hijriah atau tepatnya tahun 1896 Masehi yang diprakarsai oleh seorang ulama dan salah satu Auliya’ yang kesohor dizamannya, Alhabib Muhammad bin Idrus Alhabsyi. Acara ini diadakan bersamaan dengan peringatan khaul Al- Arif billah Alhabib Muhammad bin Thohir Alhaddad- Tegal, yang tepatnya pada tanggal 15 Sya’ban. Alhabib Muhammad bin Thohir Alhaddad merupakan seorang Ulama besar, Wali Allah, yang tinggal di kota Tegal hingga akhir hayatnya.

Nishfu Sya’ban di Tegal dimulai dengan pembacaan do’a Sya’ban, yang kemudian dilanjutkan dengan acara khaul. Acara diadakan tidak hanya berkumpul baca do’a dan tahlil saja. Namun didalamnya sarat dengan kegiatan yang bersifat pembinaan mental spiritual. Banyak manfaat dan pelajaran yang dapat kita ambil disini. Mengacu kepada amar ma’ruf nahi mungkar, kegiatan ini juga menjadi sarana dakwah Ilallah. Disamping pembacaan do’a Sya’ban, juga dibacakan kitab shalafus-Saleh, yang didalamnya kita dapat menyerap ilmu yang terkandung.

Disamping itu, majlis ini banyak pula dihadiri para ulama baik dari dalam maupun luar negeri. Yang mana sebagian mereka juga memberikan ceramah-ceramah agama. Sentuhan-sentuhan religi sangat terasa bagi kita yang mendengarkannya. Tentunya hal ini juga merupakan faktor yang mendorong kaum muslim menghadiri majlis yang mubarak ini. Adapun pengunjung yang datang bukan hanya berasal dari kota Tegal, tetapi banyak juga yang datang dari luar kota Tegal, bahkan dari luar P. Jawa. Kehadiran mereka tidak lain bertujuan mendapat Berkah dan Rahmat dari Allah SWT dalam majlis yang mubarak ini.

baca juga: Menelusuri Jejak Peradaban Islam di Putrajaya, Malaysia

baca juga: Kisah Dakwah Habib Ahmad Alatas Maula Pekalongan Yang Penuh Inspirasi

baca juga: Hikayat Masjid Luar Batang Yang Luar Biasa

Tidak dipungkiri lagi, bahwa majlis ini penuh berkah. Kegiatan itupun berjalan seiring dengan perjalanan jaman dari tahun ke tahun. Setelah kegiatan berjalan selama 20 tahun,  pada tahun 1337 Hijriah tepatnya tahun 1916 Masehi, Al Habib Muhammad bin Idrus pembimbing majlis ini dipanggil kehadirat Allah SWT, Sang Pencipta. Akan tetapi hal ini tidak menjadi penghambat tradisi mulia yang dirintis beliau. Karena Sepeninggal beliau, kegiatan ini dilanjutkan oleh Al Habib Alwi bin Muhamad Al Haddad bersama saudaranya Al Habib Husain sampai beliau wafat. Kemudian tongkat estafet ini diteruskan oleh putra Habib Husain yaitu Habib Hasan Al Haddad, beliau meninggal tahun 1997. Dan diteruskan juga oleh saudara-saudara Al Habib Hasan dan putra- putra  beliau sampai sekarang. Setiap tahun pengunjungnya semakin bertambah, bahkan mereka bukan hanya berasal dari dalam negeri saja tetapi juga berasal dari luar negeri.

Didalam majlis Nishfu Sya’ban seperti itu dan majlis mulia lainnya. Sesungguhnya menuntut kita untuk selalu ingat bahwa  di jaman yang sudah canggih dan serba modern ini, dimana manusia sering sibuk dengan urusan duniawi, agar selalu ingat akan akhiratnya dan tidak menjadi silau oleh tipu daya dunia, karena kehidupan dunia tidaklah kekal. Kita bakal dihadapkan dengan kehidupan akhirat yang didalamnya kita akan dimintai pertanggung jawaban. Utamakan akhirat dalam hidup ini, agar dunia kuat, tetapi jangan mengutamakan dunia, sebab akhirat bisa lepas dan kita akan rugi.

Majlis-majlis seperti inilah yang menjadi salah satu bekal yang dapat membawa kita menuju kehidupan akhirat yang kekal. Semoga kita bisa mewarnai pada Nishfu Sya’ban tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Wallahu a’lam bishowab.

dapatkan buku: Khulasoh Madad+Maulid Dhiyaullami, Maulid Diba’, Qosidah Burdah dan Hadrah Basaudan

dapatkan buku: Samudera Hikmah Syekh Abdul Qadir al-Jailani

dapatkan buku: Biografi Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad

 

 

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *