Manfaat Tidur Siang Menurut Para Ulama dan Auliya

“Kami jadikan malam sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang sebagai saat mencari penghidupan.” (An-Naba’: 10-11)

Malam dengan kegelapannya menutupi tubuh Anda, persis seperti halnya pakaian membalut tubuh Anda. Dengan kegelapan pula, malam menjadi saat yang tenang, hening, saat yang nyaman untuk tidur, guna mengistirahatkan tubuh setelah bekerja keras di siang hari. Akan halnya siang, Allah telah menjadikannya sebagai saat yang baik untuk mencari penghidupan dunia.

Sekali lagi, siang adalah saat yang baik untuk beraktivitas, meraih produktivitas duniawi. Kendati demikian, sejak dulu orang mengenal istilah “tidur siang”. Istilah ini ada karena mereka mempraktekkannya. Para ulama kita dari generasi salaf, seperti dikatakan Imam Sufyan Ats-Tsauri, juga melakukannya.

Menurut para ulama, tidur siang memiliki beberapa faedah. Di antaranya, dengan tidur siang nafsu Anda jadi rileks. Teristirahatkan. Kepenatan-kepenatan diri sirna. Otot-otot yang tegang mengendur. Pikiran keruh jadi jernih. Hati jadi bening untuk menyongsong sisa waktu siang dan sangat siap untuk melakukan amal ibadah di dalamnya.

Nafsu, ketika beristirahat, akan kembali baru. Segar kembali. Jadi, setelah bangun tidur nanti, Anda akan mendapati dalam batin Anda semangat baru. Juga hasrat baru, sebagaimana pada awal siang tadi. Lagi pula, kata Imam As-Suhrawardi, “Dengan tidur, Anda bakal mendapati dua waktu siang bagi Anda, yang dapat Anda manfaatkan untuk berkhidmat pada Allah.” Artinya, tidur siang berguna untuk memaksimalkan produktivitas di waktu siang.

Faedah lainnya, masih menurut ulama, tidur siang dapat membantu Anda bangun nanti malam guna melaksanakan salat tahajud. Dengan niat seperti ini, yaitu supaya bisa bangun nanti malam, maka tidur siang menjadi amal sunnah – demikian dikatakan oleh Syekh Abu Bakar Syatha Ad-Dimyathi dalam kitabnya “Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’”.

 

TIDAK SAMA

Perlu diperhatikan, tidur siang tidak sama dengan tidur malam. Kalau tidur malam bisa menghabiskan waktu hingga delapan jam, maka tidur siang tidak boleh selama itu. Separuhnya pun jangan. Sebab, tidur siang yang terlalu lama tidak sejalan dengan tujuan tadi. Bagaimanapun waktu siang adalah waktu untuk beraktivitas, bukan waktu untuk istirahat.

Para ulama, seperti Imam As-Suhrawardi dan Syekh Al-Malibari, menganjurkan supaya tidur siang dilakukan sebelum waktu zhuhur, sebagaimana tradisi para ulama salaf. Namun mereka mengingatkan supaya sebelum tiba waktu zhuhur sudah bangun, sehingga ada waktu untuk mempersiapkan diri untuk salat zhuhur secara berjamaah, dengan berwudhu’ dan lain lain-lain.  Misalnya, Anda tidur satu setengah jam sebelum waktu zhuhur, lantas bangun satu jam kemudian. Dengan demikian masih ada waktu setengah jam untuk bersiap-siap salat.

Sebenarnya, melihat tujuan-tujuan tadi, tidur siang tidak harus dilakukan sebelum salat zhuhur. Bisa pula sesudahnya. Terutama bila Anda bekerja hingga zhuhur, entah sebagai pegawai negeri sipil (PNS), sebagai guru atau sebagai pegawai swasta.

Pada prinsipnya, tidur siang tidak boleh mengganggu aktivitas atau kewajiban Anda. Kalau Anda bekerja hingga sore hari dan tidak ada waktu lagi untuk tidur siang, maka Anda tak perlu mencuri-curi kesempatan untuk tidur siang. Kata Syekh Abu Bakar Syatha, “Jika kamu tidak tidur dan kamu menyibukkan diri dengan salat dan zikir, maka itu sebaik-baik amal karena inilah saat-saat orang lupa (akan Tuhannya).”

baca juga: Inilah Karomah Imam Suyuti Yang Tidak Boleh Diceritakan Semasa Hidupnya

baca juga: Cara Memperkuat Iman Supaya Tidak Mudah Goyah

baca juga: Cegah Kanker Dengan Shalat Tahajud

 

IBADAH

Dari situlah, Syekh Al-Malibari dan Syekh As-Suhrawardi menganjurkan kepada orang-orang yang tidak punya kesibukan bekerja dan melakukan kegiatan keilmuan (belajar, mengajar atau menulis) supaya mengisi waktu siang itu dengan kegiatan ibadah. Yang paling utama, kata mereka, adalah melakukan salat sunnah mutlak (selain salat dhuha). “Perbanyaklah salat sunnah mutlak yang panjang-panjang,” tulis As-Suhrawardi. “Mungkin Anda meniru para ulama saleh yang mengkhatamkan Al-Quran di dalam salat sunnah mereka pada pada siang dan malam hari.”

Kalau tidak, Anda boleh melakukan salat sunnah yang singkat-singkat dengan membaca surah Al-Ikhlas ditambah ayat yang mengandung doa pada satiap rakaatnya. Seperti ayat berikut:

رَبَّناَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْناَ وَ اِلَيْكَ أَنَبْناَ وَ إِلَيْكَ اْلمَصِيرُ

“Tuhan kami, kepada-Mu kami bertawakal, kepada-Mu kami mengungsi, dan kepada-Mu tempat kembali.”

Doa ini boleh Anda baca satu kali atau berkali-kali pada setiap rakaat.

Menurut As-Suhrawardi, ada ulama yang wiridnya salat sunnah mutlak sebanyak 100 hingga 200 rakaat dalam sehari semalam. Bahkan ada yang salatnya mencapai 500 hingga 1.000 rakaat dalam sehari semalam.

 

Kalau Anda punya utang salat, qadhailah salat Anda di waktu ini. Mungkin Anda meng-qadha salat sehari, dua hari atau lebih. Kalau bisa, habiskan utang salat Anda sekaligus.

Adapun doa yang diajarkannya untuk dibaca seusai salat sunnah mutlak ialah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ اْلأَشْياَءِ إِلَيْكَ وَ خَشْيَتَكَ أَخْوَفَ الْأَشْياَءِ عِنْدِي وَ اْقطَعْ عَنِّي حَاجَاتِ الدُّنْياَ باِلشَّوْقِ إِلىَ ِلقَائِكَ, وَ إِذَا أَقْرَرْتَ أَعْيُنَ أَهْلِ الدُّنْياَ بِدُنْياَهُمْ فَأَقْرِرْ عَيْنِي بِعِباَدَتِكَ, وَ اْجعَلْ طَاعَتَكَ فِي كُلِّ شَيْئٍ مِنيِّ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan berilah rahmat kepada keluarga Nabi Muhammad s.a.w. Jadikan cintaku pada-Mu sebesar-besar cinta, dan jadikan takutku pada-Mu sebesar-besar takut. Putuskan dariku rasa butuh pada orang lain dengan merindu bertemu dengan-Mu. Apabila Engkau sedapkan mata para budak dunia terhadap dunia mereka, maka sedapkan mataku dengan beribadah pada-Mu. Jadikanlah taatku pada-Mu dalam segala sesuatu, wahai Dzat yang paling kasih di antara para pengasih.”

Kata As-Suhrawardi, teruslah melakukan salat sunnah sepanjang hati terasa lapang dan nafsu Anda masih bisa merespons dengan baik. Kalau kejenuhan mulai merambati hati Anda, berhentilah salat, lalu beralihlah membaca Al-Quran. Sebab, membaca Al-Quran lebih ringan daripada salat. Lakukan terus membaca Al-Quran sampai Anda merasa capek.

Kalau Anda mulai merasa letih membaca Al-Quran, berhentilah lalu mulailah berzikir dengan lisan dan hati. Ini lebih ringan daripada membaca Al-Quran. Teruslah berzikir sampai Anda merasa bosan.

Kalau kebosanan mulai menghampiri hati Anda, berhentilah berzikir dengan lisan, dan teruskan berzikir dengan hati. Sibukkan hati dengan muraqabah.

Muraqabah ialah kesadaran hati tentang pengawasan Allah atas diri kita. Jadi, sepanjang kesadaran ini bertengger di hati, Anda sedang ber-muraqabah. Dan muraqabah itu jantungnya zikir serta seutama-utamanya zikir.

Manakala hati Anda mulai ngelantur, dan mulai muncul macam-macam bisikan hati yang tidak baik, inilah saatnya Anda merebahkan diri. Tidurlah – demikian dianjurkan oleh As-Suhrawardi. Hamid Ahmad

sumber: cahaya nabawiy

donasi: Dompet Dakwah

Video: Amalan ini bisa menyembuhkan penyakit kronis dan menyebabkan panjang umur

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *