Kisah Habib Salim Tentang Lelaki Kaya Yang Mati Dalam Tumpukan Uangnya

habib-salim-as-syathiri

Habib Salim bin Abdullah as-Syathiri pernah mengatakan,

Dalam pandangan Islam, orang kaya itu ada tiga macam. Pertama orang kaya yang menggunakan hartanya untuk maksiat kepada Allah SWT. Mereka gunakan harta untuk berzina, main judi, minum khomer. Ini tentunya orang yang berbahaya. Kedua, orang kaya yang menggunakan hartanya untuk urusan hal yang mubah. Ini juga tidak benar.

Mereka diberikan kelebihan harta tapi tidak menghasilkan kebaikan baik bagi dirinya apalagi untuk orang lain. Ketiga adalah kelompok orang kaya yang hartanya digunakan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah. Untuk dakwah di jalan Allah, membantu orang-orang yang memerlukan bantuan. Mereka menjadi orang kaya yang semakin bertambah harta dan rizkinya, tapi tetap tambah syukurnya, bertambah sedekahnya, bertambah zikirnya kepada Allah SWT. Bukan menjadi semakin kaya tapi berkurang zikirnya. Karena orang semacam ini, kalau dia mati yang mengambil keuntungan dari hartanya adalah ahli warisnya.

Namun kelak di akhirat, ahli waris tidak ada beban apapun, karena yang dihisab adalah orang yang memiliki harta tadi. Setelah mati nanti segala yang kita lakukan akan terlihat akibat dan manfaatnya. Harta yang digunakan dalam kebaikan nanti akan menghasilkan kebaikan pula di akhirat kelak.

baca juga: Cara Mendidik Anak Jadi Orang Sukses Ala Habib Salim as-Syathiri

baca juga: Nasehat Habib Salim as-Syathiri Tentang Amalan Yang Paling Bermanfaat

baca juga: Kisah Habib Salim Tentang Pemuda Yang Tubuhnya Wangi

 

Diceritakan, ada orang kaya dengan harta yang sangat banyak. Usahanya selalu maju, tapi sangat kikir. Di rumahnya, dia punya ruangan khusus untuk menyimpan uang. Bukan lagi berupa lemari besi. Tiap malam ia hitung uang dan hartanya itu. Ruangan itu memiliki kunci rahasia yang mana tidak ada yang bisa masuk ke ruangan itu kecuali dia sendiri. Suatu saat ketika ia tengah menghitung hartanya dalam ruangan itu, tiba-tiba pintu tertutup dari luar dan akhirnya ia mati bersama hartanya. Bayangkan kalau harta itu digunakan untuk membantu orang lain dan berdakwah di jalan Allah.

donasi: Dompet Dakwah

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *