Ketika Rasulullah SAW Menghentikan Matahari Demi Sayidina Ali bin Abi Thalib

Sebagai Nabi dan Rasul, tentu Baginda Muhammad SAW dikaruniai mukjizat oleh Allah SWT. Berikut ini beberapa kisah tentang mukjizat Baginda Rasulullah SAW yang membuktikan nubuwah beliau:

Kisah pertama adalah tentang keraguan kaum Quraisy Makkah tentang kerasulan Nabi Muhammad saw. Mereka menantang Rasulullah, “Jika benar engkau seorang Rasulullah, maka belahlah bulan untuk kami.” Tantang mereka. “Jika aku melakukannya, apakah kalian akan beriman ?”,  Tanya Rasulullah. Kemudian Rasulullah berdoa kepada Allah memohon pertolonganNya. Subhanallah, bulan itu terbelah menjadi dua bagian. Peristiwa ini kemudian diabadikan oleh Allah dalam firmanNya, surat Al-Qomar ayat pertama, “telah dekat (datangnya hari kiamat) dan telah terbelah bulan.”

Dikisahkan pula, seorang A’robiy datang ke Rasulullah. Ia meminta kepada Rasulullah untuk memanggil pohon kurma yang berada cukup jauh dari beliau. Beliau berkata, “kalau begitu tolong katakan padanya bahwa Muhammad Rasulullah memanggilmu.” Kemudian A’robiy itu berjalan menghampiri pohon kurma yang dimaksud dan berkata, “Wahai pohon, Muhammad Rasulullah memangilmu.”

Subhanalah, kemudian pohon itu bergerak ke kanan, kiri, depan dan belakang, hingga tercabut akar-akarnya kemudian bergerak menuju Rasulullah. Ketika sampai di hadapan Rasulullah, pohon tersebut mengucapkan salam dan didengar langsung oleh A’robiy tersebut. Kemudian dia berkata, “Muhammad sekarang engkau kembalikan pohon ini ke tempatnya semula.” Atas perintah Rasulullah, pohon kurma itu kembali ke tempatnya semula seperti tidak terjadi apapun dengannya.

Melihat hal ini si A’robiy itu langsung mengucapkan dua kalimat syahadat. Dia berkata, “Wahai Muhammad, kini izinkan aku bersujud kepadamu.” “Tidak.” Jawab Rasulullah. “Seandainya aku membolehkan manusia sujud kepada manusia, niscaya aku perintahkan istri bersujud (hormat dan taat) kepada suaminya. Tidak ada sujud kecuali kepada Alah SWT.” “Kalau begitu ijinkan aku mencium tangan dan kakimu wahai Muhammad,” Rasulullah kemudian mengijinkan A’robiy tersebut menciumi tangan dan kaki beliau. Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad.

Dikisahkan pula bahwa suatu hari ketika Rasulullah khutbah di atas mimbar yang baru dibuat, terdengar rintihan seperti anak menangis. Sedemikian keras hingga seperti seekor unta yang akan melahirkan. Dikisahkan pula, karena kerasnya tangisan itu hingga menggoyahkan atap masjid nabi yang saat itu masih terbuat dari rangkaian daun kurma.

Ternyata suara tangisan itu berasal dari sebuah batang korma yang pernah dijadikan mimbar oleh Rasulullah. Kemudian beliau mendatangi batang korma tersebut, memeluknya hingga terdiam dari tangisnya dan berkata, “Apakah engkau ingin menjadi pohon kurma di dunia atau di surga dimana buahmu kelak dimakan oleh para nabi, rasul dan orang-orang sholeh.” Subhanallah, batang korma itu menjawab bahwa ia ingin menjadi pohon kurma di surga.

baca juga: Penggembala Kambing Ini Tercengang Menyaksikan Mukjizat Nabi Berikut

baca juga:Perempuan Pengendarai Unta Yang Diramalkan Nabi

baca juga:Hikayat Pecandu Khamer Yang Tidak Jadi Disiksa Malaikat. Ini Sebabnya!

 

Diceritakan pula bahwa suatu hari setelah ashar Rasulullah tengah tiduran di pangkuan sahabat ‘Ali ra. Saat itu ‘Ali ra., belum melaksanakan shalat ashar. Hatinya gusar karena belum shalat ashar. Sementara Rasulullah tengah tiduran di pangkuannya. Ia tahu bahwa Rasululah tidur hanya matanya tetapi hatinya tidak, dan memang saat itu, dalam tidurnya Rasulullah tengah menerima wahyu dari Allah SWT. Ketika matahari beranjak tenggelam, sesaat menjelang maghrib, Rasulullah bangun dan menanyakan apakah ‘Ali ra. sudah shalat. “belum wahai Rasulullah”, jawab ‘Ali ra.

Mengetahui hal itu Rasulullah berkara, “Ya Allah, ‘Ali tidak bermaksud durhaka kepadaMu, ia hanya taat dan hormat kepada RasulMu, maka tangguhkanlah matahari tenggelam agar ‘Ali bisa melaksanakan shalat ashar.” Subhanallah, matahari yang tadinya tampak tenggelam, kini kembali naik beberapa derajat, menunggu ‘Ali ra., selesai melaksanakan shalat ashar.

Jika, kayu menangis karena ditinggal Rasulullah, jika pohon taat akan panggilan Rasulullah, jika matahari taat pada perintah Rasulullah, bagaimanakah kecintaan kita kepada Rasulullah?

donasi: Dompet Dakwah

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *