Inilah Sederet Manfaat Tersenyum Yang Dahsyat

“Senyumanmu di Hadapan Saudaramu Adalah Sedekah”

Kutipan hadits untuk judul tulisan ini, hanyalah satu dari sekian paparan yang diwartakan Rasulullah SAW pada umatnya sebagai tips hidup bahagia dengan senyum. Sikap manis dan ramah termasuk amal-amal yang dapat menebus dosa. Tersenyum mudah dilakukan tanpa memerlukan biaya. Cukup dengan bibir tersungging, senyuman mengembang. Rasulullah sendiri adakalanya tersenyum hingga gigi geraham beliau terlihat.

Dalam ayat Al Qur`an dapat kita jumpai sitiran Allah perihal Nabi Sulaiman yang tersenyum mendengar perkataan semut :

“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku, serta untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai. Masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (An Naml [27]:09)

Di tengah krisis multi dimensi yang hinggap kepada bangsa ini, senyuman telah menjadi barang langkah. Kecemberutan, kerutan dahi, dan bermuka sinis lebih dominan dalam ruang kehidupan kita, seolah-olah energi kemarahan dan kebencian menjadi  jalan keluar terbaik. Agaknya bangsa kita lebih condong memandang suatu persoalan secara emosional. Tidak heran muncul kebencian, permusuhan, perseteruan yang tiada berujung.

Padahal, dengan senyum segala persoalan bisa didialogkan dengan kepala dingin. Senyum merupakan bukti kesegaran watak, kemurahan hati, dan kelapangan jiwa pelakunya. Kata Nabi SAW dalam satu kesempatan, “Kamu tidak akan pernah meraih simpati orang lain dengan harta benda yang kamu miliki, tetapi kamu bisa menarik simpati orang lain dengan wajah ceria (senyum) dan dengan akhlaq yang baik.” (HR. Abu Ya`la dan Baihaqi).

Diriwayatkan pula, bahwa Sayyidah `Aisyah r.a. pernah ditanya seseorang tentang bagaimana sikap Rasulullâh jika sedang berada di rumahnya. Dijawab: “Beliau adalah orang yang paling lembut, murah senyum, dan suka tertawa.” (HR. Ibnu Sa`ad dan Ibnu `Asâkir).

Melontarkan senyuman bagaikan mengirimkan gelombang cinta yang mengandung banyak makna. Senyuman merupakan pesan yang membawa keselamatan, kecintaan, dan rasa aman. Senyuman laksana pesan yang menandakan kesiapan untuk bekerja sama dan saling menolong dalam kebaikan. Senyuman juga dapat dapat membuat mereka termotivasi dibandingkan dengan orang yang berinteraksi tanpa senyuman.

Seseorang menjadi cantik atau tampan di hadapan saudaranya dengan cara saling bertukar senyuman, terlebih jika senyuman itu diiringi dengan gigi yang terlihat putih bersih dan rapi. Melalui senyuman tersirat sebuah ungkapan, “Nikmatilah pemandangan romantis nan indah dalam kilau “berlian” senyumku, mengikuti petunjuk Sayyidnâ wa Maulânâ Muhammad SAW.”

Manfaat Senyum

Ada sebuah penelitian menarik bahwa tersenyum akan membuat perasaan bahagia menjalar ke seluruh tubuh, sesuai dengan teory  facial feed back hypothesis yang dikemukakan beberapa ahli di Amerika Serikat. Menurut penelitian Laird dan kawan-kawan, tersenyum menghasilkan kebahagiaan.

Peneliti lainnya, Darwin dan Hodkinson menerangkan tentang terapi senyum yang kesimpulannya adalah ketika seseorang tersenyum, otot zygomatic mayor akan bergerak. Otot ini menarik sudut bibir ke atas sampai ke tulang pipi, akibatnya aliran darah ke otak meningkat sehingga semua sel dan jaringan tubuh menerima oksigen, lalu menumbuhkan perasaan lepas, segar, dan bahagia.

Untuk tersenyum diperlukan kordinasi 26 macam otot yang ada di wajah, sedangkan untuk merengut dibutuhkan pengerutan 62 macam otot. Itulah sebabnya, saat merengut ada 62 otot di wajah kita yang dikencangkan, sedang waktu tersenyum 26 otot di wajah kita yang dikendurkan, sehingga wajar bila senyum itu menyehatkan.

Tersenyum membangun kembali ekspresi wajah murung. Ketika tersenyum, tubuh menjadi tenang, lebih kendur, lebih mampu meredam pedih perih kehidupam dan pengusir stres batin. Tidak berlebihan kiranya bila ada yang mengatakan, “Tersenyum Adalah Obat Umur Panjang.”

baca juga: Bahaya Tayangan Kekerasan Di Televisi

baca juga: Keselarasan Al-Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern

baca juga: Mengapa Dunia Barat Alergi Dengan Kata “Jihad”?

 

Warna-warni Senyuman

Setidaknya, ada empat jenis senyuman yang memiliki persamaan tapi tidak jarang mengandung perbedaan.

Pertama, senyuman sinis. Senyuman yang mengembang dari orang yang sinis tidak akan membuat bahagia, nyaman, tentram apalagi damai. Sebaliknya, senyuman jenis inilah yang bakal membuat hati teriris. Sebagai tamsil, firman Allah dalam surah Al Zukhruf [43] ayat 47 yang menerangkan bagaimana kaum Nabi Musa as. mengembangkan senyum sinis dan ejekan :

“Maka tatkala dia (Musa) datang kepada mereka dengan membawa mukjizat- mukjizat Kami, dengan serta merta mereka mentertawakannya.”

Kedua, senyum godaan. Senyuman ini membuat orang lain mabuk kepayang. Inilah senyuman yang ditebar laki-laki dan perempuan penggoda. Senyum godaan nihil manfaat malah menyebabkan orang lain terjatuh dalam lembah kemaksiatan yang pada akhirnya membuatnya melanggar perintah Allah SWT. Sebagian ahli zuhud mengatakan, “Barangsiapa berbuat dosa sambil tersenyum, maka Allah akan melempar dia ke neraka dalam keadaan menangis. Dan barangsiapa dengan menangis berbuat taat, maka Allah akan memasukkannya ke surga dalam keadaan tersenyum.”

Ketiga, senyum ketulusan. Senyum jenis ini membuat orang yang melihatnya, bergetar hatinya. Sebab, senyuman ini dibarengi dengan dengan kesungguhan dan kewibaan sebagai ilustrasi kelegaan jiwa dan kepuasan hati pelakunya.

Pernah suatu ketika Rasulullah SAW terlihat berwajah masam ketika melihat seorang pemuda lewat di depannya dengan rambut yang acak-acakan. Karena merasa diperhatikan, pemuda ini bertanya-tanya dalam hati, “Apakah gerangan yang membuat Rasulullah SAW bermuka masam kepadanya?.” Ternyata rambutnya yang acak-acakan itulah yang menjadi penyebabnya.

Ketika pemuda kembali lewat di depan Rasulullah SAW dengan penampilan yang lebih menarik, maka Rasulullah SAW mengembangkan senyumannya.

Keempat, senyum ketabahan dan ketegaran. Senyum ini lahir dari orang yang yang tabah dalam menghadapi ujian dari Allah SWT, sabar dalam menghadapi gangguan orang lain. Senyuman inilah yang membuat orang lain ikut berbahagia. Seperti hadits riwayat Ahmad dari Abû Hurairah bahwa seorang laki-laki mencaci-maki Sayyidinâ Abû Bakar r.a., sedang Nabi Muhammad SAW hanya duduk-duduk sembari terheran-heran dan tersenyum-senyum. Ketika makian orang itu semakin menjadi-jadi, Abu Bakar pun membalas sebagaian omelannya. Maka, marahlah Nabi dan beranjak yang juga diikuti oleh Abu Bakar.

“Wahai Rasulullah, orang itu telah memaki-maki aku sedang Anda hanya duduk-duduk dan senyum-senyum saja. Ketika aku menanggapi sebagaian omelannya, Anda marah!”, protes Abu Bakar.

“Mulanya telah bersamamu seorang malaikat yang membalas makiannya. Tetapi ketika kamu membalasnya, maka datanglah setan,” sabda Nabi

Demikianlah empat “pelangi’ senyuman. Dari sini, tersimpulkan bahwa senyum ada dua, positif dan negatif. Masuk dalam senyum negatif, senyuman sinis dan senyuman penggoda. Dua lainnya adalah senyum positif yang amat dianjurkan untuk ditradisikan yaitu senyum ketulusan dan ketabahan. Sudah saatnya mengawali hari-hari dengan tersenyum sebagai salah satu ekspresi rasa syukur.

Tersenyum dan tertawalah karena Anda tak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukannya; tersenyum dan tertawalah karena itulah jalan termudah masuk ke hati manusia; tersenyum dan tertawalah karena itulah penyejuk di kala diskusi memanas dan penawar terbaik untuk meyakinkan mitra Anda; tersenyum dan tertawalah niscaya dunia akan tersenyum pula bersama dan kepada Anda; berbeda dengan bersedih, Anda nyaris hanya sendirian.”

Tersenyum menjadikan kita senantiasa berbahagia dan selalu bersyukur kepada-Allah. Pertanyaannya, sudahkah kita menjadikan senyum sebagai modal dakwah mensosialisasikan agama Allah di muka bumi ini? Bi_GaEl

                                               

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *