Inilah Karomah Syekh Abubakar bin Salim Yang Paling Masyhur

hb-umar

Syeikh Abu Bakar bin Salim pernah berkata, “Di mataku, dunia ini tak lebih dari sebuah piring. Semua yang ada diatasnya dapat kulihat.”

Ucapan beliau ini didengar oleh salah seorang pembantunya. Suatu hari sang pembantu mendengar syair keluhan seorang badui yang  kehilangan onta. Ia berkata kepada si badui, “Temuilah Tuanku Syeikh Abu Bakar. Ia akan menunjukkan dimana ontamu berada. Baginya dunia hanya seluas piring saja”

Sang badui segera menemui Syeikh Abu Bakar Salim.

“Beritahukanlah kepadaku, dimana ontaku berada,” kata si badui kepada Syeikh Abu Bakar bin Salim.

“Bagaimana aku dapat mengetahui keberadaan ontamu ?” jawab Syeikh Abu Bakar bin Salim keheranan.

“Pembantumu berkata bahwa dunia ini bagimu, seperti sebuah piring.”

Akhirnya Syeikh Abu Bakar bin Salim berkata, “Pergilah ke tempat Fulan, ontamu berada disana”

Badui itu segera pergi ketempat yang ditunjukkan oleh Syeikh Abu Bakar bin Salim dan menemukan ontanya disana.

Beliau lalu menegur pembantunya, “Awas, jangan kau ulangi perbuatanmu ini”. (An-Nahrul Maurud min Fadhilkarom wal jud, kalam habib idrusbin ‘Umar Al-Habsyi, hal 224)

 

Keluarga Syeikh Abu Bakar bin Salim

 

Dari Mu’jamul Lathif

Keturunan Syeikh Abu Bakar bin Salim diantaranya adalah Al-Hamid, Bin Jindan, Al Muhdar, dan Al-Haddar.

 

Bin Jindan

Nasab mereka bersambung kepada ‘Ali bin Muhammad bin Husein bin Syeikh Abu Bakar bin Salim. Kadang kala anak cucu ‘Ali bin Muhammad disebut sebagai bin Jindan bin Syeikh Abu Bakar bin Salim.

 

Al-Hamid

Mereka adalah keturunan dari Al-Hamid bin Syeikh Abu Bakar bin Salim.

 

Al-Muhdar

Mereka adalah keturunan ‘Umar bin Muhdhar bin Syeikh Abu Bakar bin Salim. Ayah beliau memberi nama ‘Umar Al-Muhdhar karena ingin bertabarruk denganj ‘Umar Al-Muhdhar bin ‘Abdurrahman As-Saqqaf, juga dengan harapan agar anaknya dapat meneladani dan mewarisi ilmu yang dimiliki oleh ‘Umar Al-Muhdhar, seorang arif yang amat ia kagumi.

 

Al-Haddar

Mereka adalah keturunan Ahmad Al-Haddar bin ‘Abdullah bin “Ali bin Muhsin bin Husein bin Syeikh Abu Bakar bin Salim. Haddar berarti orang yang bersuara keras, julukan ini diberikan karena beliau mempunyai kebiasaan meninggikan suara dalam berdakwah di jalan Allah. Dan ada pula yang menyebutnya bahwa sejak dalam kandungan ibunya ia telah mengeluarkan suara yang keras. Kalimat ini juga diergunakan untuk orang yang sejak masa kanak-kanaknya telah mencapai puncak ketinggian ilmu. Orang awam sering mengibaratkan anak kecil yang telah menunjukkan kecerdasan dengan kalimat ‘fulan seperti telur ayam yang berkokok’.

 

(Diringkas dari Al-Mu’jam Al-Lathif, karya Muhammad bin Ahmad bin Umar Asy-Syathiri, Cet. I. 1986 / 1046 H,Alam Ma’Rifah, Jaddah .)

baca juga: Kalam Habib Ahmad bin Hasan al-Attas Tentang Perlunya Bergaul Dengan Orang Shaleh

baca juga: Amalan Habib Jakfar al-Aydrus Untuk Menghilangkan Kesumpekan

baca juga: Resep Mendapat Rejeki Melimpah Tanpa Disangka dari Habib Alwi Shihab

 

Dari Syamsuz Zhahhirah

Syeikh Abu Bakar bin Salim bin ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman bin ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman As-Saqqaf, Shahib ‘Inat meninggal pada tahun 992 H. Beliau memiliki 4 orang Puteri, yaitu Fatimah, ‘aisyah,’Alawiyah, dan Thalhah. Dan 13 anak laki – laki yang masing – masing bernama ‘Abdurrahman, Jakfar, ‘Abdullah Al-Akbar, Salim, Al-Husein, Al Hamid, ‘Umar Al-Muhdhar, Hasan, Ahmad, Saleah, ‘Ali, Syaikhan, dan Abdullah Al-Asghar.

 

(Diringkas dari Syamsuzh Zhahirah, karya All-Habib ‘bdurrahman bin Muhammad bin Husein Al-Masyhur, ‘Alam Ma’rifah, Jedah, 1984 / 1404 H.)

dapatkan buku: Khulasoh Madad+Maulid Dhiyaullami, Maulid Diba’, Qosidah Burdah dan Hadrah Basaudan

dapatkan buku: Samudera Hikmah Syekh Abdul Qadir al-Jailani

dapatkan buku: Biografi Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *