Cara Tawasul Habib Ali al-Habsyi Agar Doa Cepat Terkabul

Bismillahirrahmanirrahim…

 

Segala puji bagi Allah SWT. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Baginda Muhammad SAW, sang peneduh mata kita. Juga kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang setia mengikuti beliau SAW.

 

Alhamdulillah, kita sudah sama-sama memperoleh karunia yang tiada terhingga. Sejak kemarin hati kita dibersihkan dengan kalam-kalam para aulia dan kaum shalihin. Kemudian pada pagi ini kita mendengarkan sejarah Baginda Nabi SAW dan wasiat seorang cucu beliau SAW yang senantiasa meneladani beliau SAW, yakni Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi. Lewat proses itu semua, hati kita bakal dibersihkan dari karat-karat dosa serta segala rupa penyakit hati.

 

Semoga Allah berkenan terus memberikan karunia ini. Seperti yang pernah dititahkan Baginda Nabi SAW di dalam salah satu hadits, “Selalulah bersama Allah! Kalau kamu tidak bisa, maka mendekatlah selalu dengan orang yang dekat dengan Allah SWT! Niscaya hal itu akan mendekatkan dirimu kepada Allah!”

 

Insya Allah, kita akan selalu berhubungan dengan Habib Ali al-Habsyi. Lalu beliau akan menghubungkan kita kepada Baginda Muhammad SAW. Demikianlah yang diperintahkan Allah SWT dalam firman-Nya:

 

وَٱتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ

“Ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku!” (QS Luqman 31;15)

 

Dalam ayat lain Allah SWT menegaskan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar!”

 

Dalam ayat ini Allah SWT menyambung dua perintah itu dengan kata penghubung berupa “wau ataf”, sehingga kedua-duanya merupakan perintah wajib.

 

Tadi kita telah menyimak wasiat-wasiat Habib Ali al-Habsyi yang dibacakan oleh salah seorang cucu beliau. Dalam wasiatnya, Habib Ali menerangkan bahwa manusia secara mendasar terbagi ke dalam dua golongan yang berseberangan, yaitu: golongan taat dan golongan maksiat, golongan alim dan golongan bodoh, golongan yang beruntung dan golongan yang celaka. Dalam kondisi itu, menurut Habib Ali, nasib manusia sangat bergantung pada dua hal, yakni keadilan atau kemurahan Allah SWT.

 

Semoga kita semua termasuk golongan yang memperoleh kemurahan Allah SWT. Pasalnya, bila kita melewati pengadilan Allah SWT niscaya kita takkan selamat dari api neraka. Dosa kita terlalu banyak, hati kita terlalu kotor, dan ibadah yang kita laksanakan jauh dari sempurna. Hanya dengan kemurahan dan rahmat Allah SWT semata kita akan dapat masuk surga dan selamat dari api neraka. Demikianlah yang dituturkan Habib Ali.

 

Ketahuilah, sesungguhnya para wali memperoleh kedudukan yang teramat mulia berkat kerja keras mereka dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap malam mereka bangun untuk bermunajat kepada Allah SWT. Seluruh waktu mereka tersita untuk beribadah. Dijelaskan oleh Habib Ali bahwa para wali itu lelah dan capek oleh berbagai ibadah yang mereka kerjakan. Mereka terus berusaha mencari bekal akhirat. Sekali pun demikian, lelah mereka itu hanya sebentar saja. Ketika meninggal dunia, mereka bakal merasakan kesenangan tiada tara. Mengapa kita tidak pernah berusaha menjejaki langkah mereka?

 

Lihatlah Baginda Rasulullah SAW! Betapa telapak kaki beliau bengkak karena banyak bertahajud di malam hari. Padahal beliau adalah insan yang paling dekat dengan Allah SWT dan telah mendapat jaminan ampunan. Sayidah Aisyah yang tak tega melihat itu bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa anda melakukan ini? Bukankah Allah SWT telah mengampuni anda?” Mendengar ucapan itu beliau SAW menjawab, “Aku hanya ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur…”

 

Begitulah Baginda Rasulullah SAW. Insan termulia, insan yang paling dekat dengan Allah SWT, insan yang menjadi sebab wujudnya alam semesta ini senantiasa larut dalam ibadah. Para kaum shalihin pun demikian. Mereka berupaya meneladani beliau SAW dalam hal ibadah. Mereka menapaki dakwah, akhlak dan perjuangan beliau SAW. Mereka menempuh jalan itu karena tahu bahwa perilaku Baginda Nabi SAW adalah perilaku yang paling lurus. Jalan yang diridhai Sang Ilahi. Tiada jalan seindah jalan beliau SAW. Jalan yang beliau SAW gariskan pada hakikatnya sangatlah mudah dan enak, asalkan ditempuh dengan ikhlas dan senang hati.

baca juga: Amalan Melunasi Hutang Dari Habib Ali Bungur, Juga Untuk Melimpahkan Rejeki

baca juga: Tips Jadi Orang Sukses Dari Sayidina Ali bin Abi Thalib

baca juga: Kisah Habib Muhammad bin Hadi as-Segaf Tentang Lelaki Yang Suka Adu Domba

 

Pintu

Habib Ali mewanti-wanti kita agar menjauhi perbuatan maksiat. Sesungguhnya maksiat bisa memutuskan tali hubungan kita dengan Baginda Rasul SAW. Maksiat bisa menceraikan kita dari barisan kaum shalihin. Hindarilah segala bentuk dosa dalam setiap gerak kehidupan kita.

 

Baginda Rasul SAW adalah nabi yang teramat  besar perhatiannya kepada umat. Beliau telah memberikan tuntunan kepada umat beliau dalam menjalani hidup di dunia ini. Oleh karena itu, marilah kita berpegang pada tuntunan yang beliau berikan itu agar kita tak sesat jalan. Sesungguhnya beliau SAW adalah pintu menuju Allah SWT. Bila kita ingin dosa-dosa kita diampuni, bila kita memiliki hajat, tujuan atau cita-cita yang ingin tersampaikan, hendaklah kita minta kepada Allah SAW lewat Baginda Rasulullah SAW.

 

Habib Ali al-Habsyi menganjurkan, bila kita hendak memohon kepada Allah SWT untuk tercapainya suatu hajat, hendaknya kita berucap, “Wahai Rasulullah, berikan bantuan kepada kami atas hajat-hajat yang kami panjatkan kepada Allah SWT.” Oleh karena itu, mari kita bermohon kepada Allah SWT lewat Baginda Rasulullah SAW. Tak ada perbuatan syirik di sini! Di majelis ini kita semua meminta kepada Allah SWT lewat Baginda Rasulullah SAW, dan sesungguhnya beliau SAW mendengar seruan kita sebagaimana kelak beliau SAW mendengar kala kita memohon syafaat beliau. Habib Ali berkata, “Tiada satu keinginan pun yang aku panjatkan kepada Allah SWT melainkan aku lewatkan Baginda Nabi SAW.”

 

Ketahuilah bahwa perkumpulan ini adalah perkumpulan Baginda Muhammad SAW. Di sini kita membaca sejarah beliau SAW. Kita membaca maulid yang dirangkai untuk merenungi perikehidupan beliau SAW. Oleh karena itu, kita yakin Baginda Rasul SAW hadir di sini untuk mendengar permintaan kita. Beliau akan menyampaikan segala permintaan tadi kepada Allah SWT. Tidak mungkin beliau SAW berdiam diri dan tak mengacuhkan seruan kita. Beliau adalah nabi yang paling murah hati terhadap umatnya. Beliau adalah nabi yang paling rahmat terhadap umatnya.

 

Di masjid ini kita adalah tamu Allah SWT, dan hidangan yang tersedia di sini adalah hidangan Baginda Nabi SAW. Hidangan beliau SAW teramatlah luas. Kita semua bakal memperoleh hidangan ini tanpa terkecuali. Ruhani kita semua bakal merasakan hidangan dari beliau SAW. Semua itu berkat Habib Ali yang mengumpulkan kita semua di majelis ini. Beliau bermunajat dalam wasiatnya, “Semoga Allah SWT mencatat nama kita semua sebagai insan-insan yang dekat dengan-Nya. Semoga Allah SWT mencatat nama kita semua sebagai insan-insan yang bahagia di dunia sampai akhirat.” Amin ya Rabbal Alamin… Syamsul Hari 

 

(Kutipan ceramah Habib Thahir al-Kaaf dalam acara maulid pada peringatan haul ke-100 Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi di Masjid Riyadh Solo)

 

donasi: Dompet Dakwah

 

Video: Bacaan Mujarab Untuk Menyembuhkan Segala Penyakit dari Habib Ahmad bin Hasan al-Athas

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *