BPN Sebut OPM Sebagai Teroris Yang Sebenarnya

opm

Pembantaian 19 pekerja konstruksi di Kabupaten Nduga, Papua oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang diduga bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM), menuai kecaman dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Juru debat BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin menyebut aksi keji kelompok OPM tersebut, membuktikan bahwa selama ini pemerintah tidak tegas memberantas kelompok separatis.

Padahal selama ini pemerintah melalui aparat kepolisian dielu-elukan sukses memberantas jaringan teroris yang selalu dilabelkan dengan ‘kelompok Islam’. “Kami kira pemerintah dan aparat perlu meningkatkan ketegasannya memberantas kelompok ini, seperti menindak teroris berlabel ‘Islam’,” tegas Direktur Pencapresan DPP PKS ini kepada wartawan, Rabu (5/12).

Alih-alih pemerintah getol memberantas kelompok teroris berlabel ‘Islam’, Suhud melihat, justru kelompok separatis seperti OPM inilah yang seharusnya juga masuk dalam kategori teroris, merujuk pada UU Nomor 5/2018, tentang Perubahan UU Terorisme.

Dalam UU itu, sangat jelas bahwa aksi OPM masuk kategori terorisme sebab aksi tersebut telah berujung kekerasan dan pembunuhan, yang menimbulkan suasana teror dan menyerang objek strategis publik, dan bermuatan politik.

“Konsekuensinya aparat dalam penindakan harus memperlakukan OPM sebagai kejahatan luar biasa, bukan sekadar aksi kriminal,” demikian imbuh Suhud.

Terkait aksi sadis OPM, Suhud nama BPN merasa turut prihatin dan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia mengharapkan pemerintah melalui aparat yang berwenang memberikan kompensasi yang layak bagi keluarga korban, dan warga di berada di kawasan tersebut saat insiden kekerasan.

sumber: republika.co.id

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *