Bolehkah Minum Obat Batuk Yang Mengandung Alkohol?

sirup

Ustadz ana mau nanya, bagaimana hukumnya obat kumur dan obat batuk yang mengandung alkohol. Syukran.

                                                                                                Nadia Assegaf

                                                                                                081750xxXX

                                                                                                Sidoarjo

 

Hukum alkohol menurut madzhab Syafi’i adalah NAJIS sebab dapat memabukkan, sedangkan obat-obatan yang dicampuri alkohol maka hukumnya dima’fu (dimaafkan) dan boleh digunakan dengan sarat 1. Campuran alkohol larut sampai tidak tampak sifat-sifatnya (rasa, bau, warna). 2. Menurut petunjuk dokter muslim yang ahli, tidak ada obat lain yang dapat menyembuhkan atau mempercepat kesembuhannya kecuali dengan mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung alkohol. 3. Campuran alkohol sangat sedikit sekira tidak sampai memabukkan. Sedangkan hukum minyak wangi / parfum yang mengandung alkohol juga dima’fu apabila campuran alkohol sedikit hanya sekedar untuk menjaga kebaikannya juga larut dan tidak tampak sifat-sifatnya. Lihat : Hasyiyah Assyarqowi hal : 449 juz :2, Mughnil muhtaj hal : 188 juz : 4, Hasyiyah al-Jamal ‘Ala fathil wahhab hal : 158 juz 5, Hasyiyah al-Bajri hal : 238 juz : 2, al-Fiqhu ‘Ala Madzahibil arba’ah hal : 25 juz : 1,  I’anatut tholibin hal : 156 juz : 4, al-Fiqhu al-Islami hal : 523 juz : 3, Keputusan Muktamar NU ke XXlll di Solo tahun 1382 H. / 1962 M.

baca juga: Orang Bertato Shalatnya Sah Atau Tidak?

baca juga: Halalkah Hadiah Dari Rentenir?

baca juga: Tata Cara Shalat Taubat

 

MENYUKAI PEMAIN BOLA LUAR NEGERI

 

Bagaimana hukumnya melihat atau cinta kepada pemain sepak bola luar negeri  sedangkan mereka adalah non muslim ?

 

                                                                                                Srf.Zahrah al-Juned

                                                                                                0813302xxXX

                                                                                                Jak-Sel.

 

Setiap muslim diwajibkan menjaga hatinya dari kecondongan hati atau mencintai kepada non muslim, karenanya segala sesuatu yang bisa mengakibatkan kecondongan atau mencintai kepada non muslim hukumnya adalah HARAM, sedangkan apabila kecondongan hati atau perasaan mencintai kepada non muslim muncul begitu saja tanpa didahului sesuatu yang secara sengaja dilakukan sehingga menyebabkan perasaan mencintai maka hukumnya tidak berdosa karena hal itu sudah diluar kemauan, namun demikian harus berupaya menghilangkan perasaan tersebut. Perlu diketahui bahwa hubungan muslim dan non muslim yang diperbolehkan hanya sebatas lahiriyah saja tidak boleh sampai kepada hubungan batin, seperti hubungan berdagang dan lain-lain. Lihat : Tuhfatul habib ‘Ala Syarhil khotib hal : 245 juz : 4, Tafsir Marohul labid hal : 94  juz : 1.

sumber: cahaya nabawiy

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *