Biografi Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi

Dalam perjalanan sirah kali ini kami mengajak pembaca untuk mengetahui dan mengenal  lebih jauh  perjalanan hidup seorang ‘Auliya’ Allah yang memiliki  akhaq indah nan agung, sifatnya sangat ramah tamah dan kasih sayang, beliau adalah Al Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi.

Al Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi di lahirkan di kota Khola’ Rosyid, Hadramaut, Yaman Selatan pada tahun 1265 Hijriyah. Beliau berasal dari keturunan orang-orang mulia, ayah beliau adalah Al-Imam Al ‘Arif Billah Al Habib Idrus bin Muhammad Alhabsyi yang telah terlebih dahulu datang ke Indonesia guna berdakwah hingga sampai akhir hayatnya dan dimakamkan di kota Cirebon.  Ibundanya Syeikhoh Sulumah binti Salim bin Sa’ad bin Smeer.

Kehidupan Al Habib Muhammad bin Idrus sejak kecil hingga menginjak dewasa diasuh oleh pamannya Al Habib Sholeh bin Muhammad Al Habsyi, sehingga pendidikan yang diperoleh sesuai dengan prilaku dan mengikuti  jejak pamannya.

Pada masa mudanya, beliau telah menuntut berbagai ilmu agama, diantaranya ilmu tafsir, hadits, fiqih dan lain sebagainya, yang telah berhasil dikuasai dan dipahaminya dengan mantap.

Banyak  ulama dan orang-orang pada saat itu telah menyaksikan kedudukan dan ketaqwaan beliau kepada Allah SWT, keberhasilannya dalam menuntut berbagai ilmu agama serta sebagai seorang ulama yang ‘aamil ( yang mengamalkan ilmunya).

Hal ini terbukti dalam surat-menyurat seorang ulama yang besar dizamannya dan pengarang maulid Simthud Durror  Al Imam Al Qutub Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, yang isinya kurang lebih sebagai berikut; “Sesungguhnya orang-orang berpergian ke Indonesia untuk bekerja dan mencari harta keduniaan, tetapi sesungguhnya putra kami, Muhammad bin Idrus Al Habsyi bekerja dalam dakwah Islamiyah untuk mencapai martabat Ashshidigiyyah Al Kubro (tingkatan tertinggai dikalangan Wali Allah).

Dalam setiap perjalanan dakwahnya ke daerah-daerah, beliau tidak akan bermalam di salah satu tempat yang ia singgahi kecuali daerah atau tempat itu terdapat ahlul Bait (Dzurriat Rasul SAW).

Beliau pergi menjalankan ibadah haji ke Mekkah Al Mukarramah serta berziarah ke makam datuknya Nabi Muhammad SAW di Madinah Al Munawwarah. Di kedua kota suci ini beliau juga menuntut ilmu dari ulama- ulama disana, termasuk diantara ulama yang terkenal di Mekkah yaitu Al Imam Al Habib Husein bin Muhammad Alhabsyi.

Kedudukan akhlaq dan budi pekerti beliau sangatlah indah nan agung,  murah tangan dan sangat kasih sayang, apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya, tidak segan-segan akan diberikan kepada siapa saja yang mendatangi beliau. Keistimewaan lainnya adalah  setiap orang yang duduk disampingnya akan merasakan bahwa dirinyalah orang yang paling dicintai dan sahabat terdekat beliau. Alhabib selalu menampakkan raut wajah yang berseri-seri, tersenyum setiap menghadapi orang, baik yang awam ataupun khusus.

Tutur katanya lemah lembut, dan sangat baik serta menyenangkan dalam menyambut setiap kedatangan orang yang bertamu kepadanya. Beliau selalu menanyakan kepada tamunya tentang hal ihwal keluarganya mulai dari anak-anak hingga ke cucu-cucunya. Sifat ramah tamah dan senang hati beliau selalu nampak dalam penyambutan tamu yang datang baik dari dalam ataupun luar kota, bahkan apabila yang datang orang fakir miskin, beliau selalu memberikan ongkos pulang dan hadiah untuk anak dan istrinya.

Itulah kebiasaan beliau sehari-hari, rumahnya selalu terbuka untuk tamu, bahkan tak pernah kosong darinya, terutama bagi fakir miskin yang tidak mempunyai penghasilan yang menentu menjadikan rumah beliau tempat menginap.

Beliau banyak memelihara dan mendidik anak-anak yatim. Mereka yang dipelihara menilai bahwa Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi lebih baik dari ayahnya, karena tidak dibedakan antara anak beliau sendiri dengan mereka, baik dalam memberikan pakaian, makanan, minuman, tempat tidur dan sebagainya. Bahkan bila mereka telah menginjak dewasa, beliau sendiri yang mengurus perkawinannya serta segala kebutuhannya. Hal ini tidaklah mengherankan karena beliau adalah merupakan ayah dari anak yatim dan fakir miskin. Begitulah perangai akhlaq beliau dalam meneladani akhlaq datuknya Nabi Muhammad SAW.

Beliau merupakan seorang figur yang sangat dicintai oleh segala lapisan masyarakat. Amal beliau diantaranya selalu gemar mendamaikan dua belah pihak yang sedang bertengkar atau berselisih paham, mulai dari hal yang kecil sampai permasalahan yang besar dan sulitpun berhasil beliau kuasai dan terselesaikan dengan baik.

Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi inilah yang berhasil mengeluarkan muridnya Al Quthub Al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf (Gresik) dari khalwatnya. Hal itu terbukti pada saat menjelang keluar dari khalwatnya Al Habib Abu Bakar di sambut oleh beliau, seraya berkata : “Aku telah memohon dan bertawajjuh kepada Allah selama tiga hari tiga malam untuk mengeluarkan Abu Bakar bin Muhammad Assegaf”. Beliaulah juga yang menuntun Habib Abu Bakar keluar dan membawanya berziarah ke makam seorang wali yang tersohor dan menjadi mahkota bagi segala kemulian di zamannya yakni Al Habib Alwiy bin Muhammad Hasyim Assegaf r.a.

Beliau juga termasuk pelopor adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang pertama kali diadakan di kota Bogor yang berjalan hingga bertahun-tahun, kemudian dipindahkan ke Surabaya di Masjid Agung “Sunan Ampel”. Peringatan Maulid yang beliau adakan ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa hingga dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat dalam dan luar kota, bahkan setengah bulan sebelum datangnya bulan Maulid, rumah beliau sudah penuh dengan tamu yang berdatangan.

Peringatan Maulid Nabi di Pulau Jawa ini tiada pernah terputus dan berhenti hingga sekarang berkat niat ikhlas dan ketulusan hati beliau. Terbukti peringatan itu sambung bersambung dan diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya. Salah satu murid beliau yang mengikuti jejak dan langkahnya adalah Al Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi (Kwitang-Jakarta), yang mengadakan peringatan Maulid Nabi SAW tiap tahun hingga wafatnya, dan diteruskan oleh putranya Al Habib Muhammad Al Habsyi , hingga sekarang dilanjutkan oleh cucunya Al Habib Abdurrahman bin Muhammad Alhabsyi.

Beliau juga termasuk sebagai perintis pertama yang mengadakan haul-haul para wali dan sholihin. Dan yang pertama kalinya beliau mengadakan haul Al Imam Al Habib Muhammad bin Thohir Alhaddad , yang sangat terkenal di kota Tegal

Beliau juga banyak mengadakan ziarah ke tempat-tempat bersejarah para auliya’ dan sholihin, yang diikuti oleh khalayak ramai.

baca juga: Manhaj Thariqah Bani Alawiy

baca juga: Kisah Hidup Habib Ahmad bin Smith, Pembaharu Islam Abad Kedua Belas

baca juga: Biografi Lengkap Habib Abdurrahman bin Husein Bahlega as-Segaf

Al Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi sangat gemar menolong orang dengan berbagai amal. Begitulah keadaan beliau semasa hidupnya, selalu taat dan taqwa kepada Allah SWT, memanfaatkan waktu dan umurnya serta membelanjakan hartanya di jalan-Nya hingga akhir hayatnya. Dan sebagian amal jariyah beliau yang nampak yaitu pembangunan Masjid di Purwakarta dan Masjid Roudhoh di Jombang.

Beliau memenuhi panggilan Ilahi Robbi kembali ke alam baqa’ pada malam Rabu tanggal 12 Rabi’uts Tsani 1337 Hijriyah di kota Surabaya. Beliau  dimakamkan pada hari Rabu setelah Ashar dan shalat jenazah beliau waktu itu dipimpin oleh Al Habib Muhammad bin Achmad al Muchdor yang tak lain adalah menantu Beliau, Rhadiallahu anhuma wa an aulya’ihi sshalihiin Amiin.

 

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *