Binatang Buas Tunduk Kepada Para Wali, Ini Sebabnya

Dikisahkan, bahwa dulu Habib Ahmad bin Hasan al-Attas sering berdakwah ke luar negeri Hadramaut, seperti Mesir dan Hijaz. Dalam perjalanan itu, beliau sering kali terpaksa menginap di tengah padang pasir. Ajaibnya, setiap kali bermalam di tengah padang pasir beliau selalu dijaga oleh seekor singa yang melindungi beliau dari bahaya yang mengancam.

Hal yang demikian ini juga kerap terjadi kepada para wali di zaman dahulu, semisal Imam Abu Yazid al-Busthami. Mengapa binatang-binatang buas itu tunduk kepada para wali dan orang-orang shaleh. Berikut penjelasan al-Imam Syekh Abubakar bin Salim, wali besar yang pernah hidup di kota Inat, Hadramaut:

Perasaan senang kepada Allah SWT bisa diukur dari banyak atau sedikitnya seseorang berzikir dan berbuat ketaatan. Perasaan jauh dari Allah SWT bisa diukur dari banyak atau sedikitnya sesesorang lupa dan berbuat maksiat kepada-Nya. Mereka yang merasa senang kepada Allah SWT takkan pernah merasa asing dari segala sesuatu sebab mereka hanya memandang Allah SWT dalam segala sesuatu. Segala sesuatu takkan bisa membuat mereka terasingkan diri. Barangsiapa taat kepada Allah SWT, maka semua akan taat kepadanya.

Seorang sufi berkata kepada orang-orang yang keheranan lantaran menyaksikan kawanan binatang buas berkumpul di sekitarnya dengan sikap tunduk: “Janganlah kalian merasa heran. Kalian lebih cenderung  memperelok dhahir sehingga kalian takut kepada harimau. Sementara aku memperelok bathin sehingga harimau-harimau itu takut kepadaku.”

Ketahuilah, sesungguhnya diri anda menjadi mulia berkat Tuhan anda dan menjadi hina sebab diri anda sendiri. Seseorang yang menilai dirinya lebih baik daripada muslim lainnya adalah orang yang sombong secara hakiki. Adakah kesombongan itu pantas bagi hamba yang fakir, hina, lemah dan rendah, yang tak bisa memberi manfaat pada dirinya sendiri serta tak kuasa menangkal mudarat? Bahkan apabila dirinya itu adalah mudarat, bagaimana mungkin ia akan dapat memberi manfaat?

baca juga: Kisah Habib Ali Mengambil Ilmu Dari “Orang Gila”

baca juga: Kisah Ajaib Cucu Syekh Abubakar bin Salim Yang Berpenampilan Urakan

baca juga: Menjadi Wali Berkat Memuliakan Lafaz Allah: Kisah Habib Salim as-Syathiri

oleh syamsul hari

sumber: Kitab Miftahus Sarair

donasi: Dompet Dakwah

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *