Apakah Roh Gentayangan Itu Benar Adanya?

Apakah ada penjelasan tentang roh gentayangan ?

Dijelaskan oleh para ulama’ bahwa, roh para nabi berada di sorga, roh para syuhada’  berterbangan di sungai-sungai sorga, roh para mu’min yang ta’at berada di taman sorga tetapi hanya dapat melihat, tidak dapat memakan buah-buahannya. Sedangkan roh orang-orang mukmin yang sering berbuat maksiat berada diantara langit dan bumi, dan roh orang-orang kafir berada di neraka. Kepercayaan yang menyatakan bahwa orang yang sudah meninggal dapat hidup kembali dan mengganggu pada yang masih hidup, adalah tidak benar. Orang-orang arab pada masa jahiliyah mempercayai, tulang-tulang orang yang sudah meninggal atau rohnya, dapat berubah wujud menjadi  “Hammah” (sejenis hewan yang menggangu manusia).

Ada juga yang memepercayai, apabila seorang terbunuh, selama pembunuhnya belum di tuntut balas, maka dari kepalanya keluar  “Hammah” dan berputar-putar disekitar makamnya sambil berkata: “Beri aku minum”! Kemudian datanglah Islam yang menafikan kepercayaan-kepercayaan tersebut. Dalam sebuah hadits dinyatakan : “Tidak ada hammah (dalam Islam)” (HR.Bukhari)  Apabila kemudian ternyata ditemukan mahluk yang seolah-olah pemjelma’an dari orang yang sudah meninggal, maka kita harus meyakini ia adalah mahluk lain, yang kebetulan mengaku atau menyerupai penjelmaan dari orang yang sudah meninggal. Lihat : Kanzu an-Najah was-Surur hal : 35, Hasyiyah as-Syinwani ‘ala Mukhtashar Abi Jamroh hal : 184, Bujairimi ‘ala al-Khotib hal : 235 juz l.

baca juga: Membunuh Deretan Hewan Ini Mendatangkan Pahala

baca juga: Beginilah Cara Seorang Hafizah Membaca Al-Quran Waktu Haid

baca juga: Bolehkah Minum Obat Batuk Yang Mengandung Alkohol?

 

MENGHADIRI WALIMAH PENGANTIN YANG NON MUSLIM

 

Bagaimanakah hukumnya bila menghadliri undangan Walimatul ‘Arus, sedangkan si mempelai pria non muslim ?.

 

Yang dimaksud dengan Walimatul ‘Arus adalah, jamuan makan yang dihidangkan dalam acara pernikahan. Sedangkan pernikahan antara Muslimah dan non Muslim hukumnya tidak sah. Oleh karenanya menghadiri acara tersebut tidak dapat disebut  Walitul ‘Arus, bahkan menghadiri acara tersebut hukumya haram, karena sama dengan menghadiri majlis maksiat, sebab pernikahan tersebut bertentangan dengan hukum Allah.

 

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *