Amalan Yang Membuat Habib Abdullah Bilfaqih Kerap Didatangi Rasulullah SAW

Sejak mula hingga akhir hayat AI-Habib Albdullah bin Abdulqadir Bilfaqih dikenal sangat gigih dan penuh semangat dalam dakwah Islamiyyah di dalam maupun di luar negeri, baik melalui mimbar, media cetak, maupun radio. Selain  mengajar dan mendidik para santri di Lembaga Pesantren Darul Hadits AI-Faqihiyyah, beliau  juga bertabligh ke berbagai daerah di Indonesia, hal ini sesuai dengan isyarah (perintah) yang diterima langsung dari Rasulullah SAW.

Disamping itu beliau memiliki beberapa keutamaan-keutamaan diantaranya, beliau  adalah seorang yang tidak mengenal lelah dalam menyebarluaskan sunnah-sunnah Nabi SAW. Beliau adalah seorang Muhaddits di zamannya, karena setiap menyampaikan hadits selalu disertai isnad dan perawinya. Beliau juga merupakan  seorang tokoh yang tegas dalam memegang prinsip-prinsip ajaran agama yang berazaskan AI Kitab dan Sunnah. Beliau juga mewajibkan dirinya membaca sholawat kepada Nabi SAW, 10.000 kali, ditambah dengan menghatamkan AI Qur’an setiap hari. Oleh karena itu tidaklah heran bila beliau sering didatangi oleh Nabi Muhammad SAW baik melalui mimpi maupun yaqodzo (terjaga), diantaranya  Nabi SAW berkata kepadanya : “Engkau adalah kholifahku”

Beliau  adalah seorang muballighin sejati, tidak memandang siapa yang mengundangnya, kaya, miskin, jauh ataupun dekat bahkan ke daerah pelosokpun beliau akan mendatanginya dengan seizing Allah. Dalam menyampaikan ceramah-ceramahnya, beliau selalu mengajak, dan menyeru umat  agar mengenal dan cinta kepada Allah SWT dan RosuINya, sekaligus menerapkan ajarannya.

Beliau memiliki akhlak dan budi pekerti yang tinggi, pernah beliau  ungkapkan : “Seandainya aku dapat bersujud di bawah buml, maka akan kulakukan”. Dan setiap menjelang akhir dari ceramah atau majlis lainnya,  beliau sering memohon do’a kepada yang hadir : “Saya mengemis do’a dari hadirin”. inilah contoh tauladan akhlak luhur dari seorang yang dalam ilmu dan ke’arifannya.

baca juga: Mengenal Habib Hafiz BSA, Buyut Habib Umar bin Hafiz Yang Alim dan Dermawan

baca juga: Kisah Dakwah Habib Ahmad Alatas Maula Pekalongan Yang Penuh Inspirasi

baca juga: Shalawat Habib Sholeh Tanggul Untuk Menyampaikan Hajat

 

AI-Habib Abdullah sejak kecil berada langsung di bawah asuhan dan bimbingan ayahnya. Antara keduanya terdapat keseimbangan, yakni ketekunan guru dalam mengajar dan kegigihan  murid dalam   mencari ilmu. Keuletan dan kegigihannya dalam menimba ilmu amatlah sulit dicari tandingannya, karena hampir seluruh waktunya baik siang hingga larut malam digunakan untuk belajar. Memang  inilah konsekwensi beliau dengan hadits Nabi SAW :  “Sesunggunya ilmu di dapat dengan belajar”

Dengan Inayah Allah SWT pada usia tujuh tahun beliau telah hafal AI Qur’anul Karim. Ini menandakan bahwa kedekatan diantara ayah yang alim dan wali ini dengan anaknya Habib Abdullah ini lebih mempermudah terbukanya anugrah Ilahi Robbi kepadanya. Bahkan ayah beliau pernah berkata : “Aku telah mewariskan kepada putraku ini 41 fak ilmu agama”. Hal ini sesuai dengan yang di firmankan  Allah SWT :  “Dia (Allah) memuliakan siapa saja dari kalangan hambaNya”.

 Beliau berhasil menguasai beberapa ilmu dan yang paling menonjol dalam penguasan  ilmu hadits, hal ini sesuai dengan do’a ayahnya sewaktu berziarah dimakan Rasulullah SAW, yang mengingikan seorang putra yang ahli ilmu hadits, hingga Al Habib Abdullah  hafal beberapa  kitab hadits, diantaranya : Al- Ummahat Us-sit, Katrul-Ummal, Assunah-Alkubro, Al-Ma’ajimutsalats dan lain-lainnya.

Di usianya yang masih muda, beliau  telah menerima tugas memegang tampuk pimpinan Lembaga Pesantren Darul Hadits AI-Faqihiyyah Malang. Dan pada tahun 1960 beliau menerima gelar Doktor Honoriscausa, dalam bidang ilmu taz-la dari AI-Azhar Cairo Mesir, sedang gelar Profesor Hanoroscausa beliau dapatkan dari AI-Jami’ah Darul Ulum Locnow India.

Beliau juga pernah menjabat sebagai Penasehat Menteri Penghubung `Alim Ulama, dan Penasehat Ahli Menteri Kesra RI. Dalam bidang fatwa agama beliau diangkat sebagai Mufti Lujnah Ifta’ Syar’I, sedang dalam bidang thariqah semasa ayahnya masih hidup telah diperintahkan untuk membai’at dan melanjutkan jabatan mursyid Thoriqoh AI­Alawiyyah AI-Mu’tabaroh. Sebagaimana ayahnya, beliau juga  adalah seorang guru dalam bidang syari’ah, thariqah dan haqiqah, yang telah mengabdikan jiwa raganya bagi agama Allah SWT.

sumber: cahayanabawiy.com

donasi: Dompet Dakwah

 

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *