Amalan Melancarkan Rejeki dan Menolak Bala Abuya Sayid Muhammad al-Maliki

Al-Allamah As-Sayyid Muhammad al-Maliki berkata  :

لا أعظم لتفريج الكربات ولا لدفع المهمات ولا لشرح الصدر ولا لإزالة  الغم ولا لإزالة الهم ولا لإزالة البلاء ولا لدفع الشر ولا لجلب الرزق

لا أعظم من ورد الصلاة والسلام على الرسول صلى الله عليه وسلم.

Tidak ada cara yang lebih baik dan ampuh untuk mengatasi masalah, menolak musibah, melapangkan hati, menghilangkan kegelisahan,

menyirnakan kesumpekan, menyingkirkan balak, menolak kejahatan, dan menarik rejeki selain memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

 

WASPADAI ORANG YANG TIDAK JUJUR DALAM MEMUJIMU

Wahb bin Munabbih Ra berkata:
‏إذا سمعت من يمدحك بما ليس فيك، فلا تأمنه أن يذمك بما ليس فيك
“Jika engkau mendengar orang lain memujimu dengan hal-hal yang tidak ada pada dirimu,
maka engkau tidak bisa merasa aman dari celaannya kepadamu dengan hal-hal yang juga tidak ada pada dirimu.”

 

EMPAT SIFAT ZUHUD

Seorang lelaki menghadap Hasan Al Bashri rahimahullah , kemudian ia bertanya, “Apa rahasia kezuhudan anda di dunia ini wahai Imam ?  Hasan Al Bashri menjawab, “Empat hal,  Aku menghetahui bahwa rizkiku tidak didatangkan oleh orang lain, maka aku mencarinya seorang diri. Aku tahu bahwa pekerjaanku tidak ditunaikan orang lain, maka aku mengerjakannya seorang diri. Aku tahu bahwa Allah mengawasi diriku, maka aku malu jika Dia melihatku berbuat maksiat. Dan aku tahu bahwa kematian senantiasa menungguku, maka aku persiapkan bekal untuk pertemuan dengan Tuhanku”.

baca juga: Luqman Al-Hakim Dan Nasehat-Nasehatnya Yang Abadi

baca juga: Kisah Penjahit Miskin Yang Membangun Masjid Megah Di Hadramaut

baca juga: Permintaan Nabi SAW Sebelum Wafat

 

AWAS KEBAKARAN!

Suatu ketika, Umar bin Khattab berbicara dengan seorang lelaki.  Umar bertanya kepadanya, “Siapa namamu ?”

Lelaki itu menjawab, Jamrah (bara api)”.

Umar bertanya lagi, “Kamu anaknya siapa ?”

Ia menjawab, Anaknya Syihab (cahaya api)”.

Umar bertanya, “Dari mana asalmu ?”

Ia menjawab, “Dari desa Harqah (nyala api)”

Umar bertanya “Dimana tempat tinggalmu ?”

Ia menjawab, kampung Bahrah an Nar (Lautan api)”

Umar bertanya “Bahrah an Nar sebelah mana ?” “(Yang ada) di blok Ladza  (api yang menyala-nyala)”.

Seketika itu Umar berteriak “Cepat tolong keluargamu ! sungguh mereka telah terbakar”.

Maka orang itu segera pulang ke rumahnya dan ternyata rumahnya telah terbakar seperti yang dikatakan Umar.

donasi: Dompet Dakwah

 

Post Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *